LAURENCE BARDIN ANLISE DE CONTEDO PDF

Existe uma técnica para isso? Laurence Bardin responde a essas e outras perguntas em seu Análise de conteúdo. Resultado de anos de estudo e pesquisa. Documents Similar To Analise de Conteudo – Laurence Bardin. Bardin, Laurence – Análise de Conteúdo. Uploaded by. Miguel Redondo · Analise de Conteudo. Análisis de contenido Análise de Conteúdo (Em Portuguese do Brasil). Analyse de contenu (L’) [ancienne?dition] by Laurence Bardin (May 22,).

Author: Yok Barr
Country: Tunisia
Language: English (Spanish)
Genre: Video
Published (Last): 10 September 2016
Pages: 309
PDF File Size: 7.8 Mb
ePub File Size: 7.56 Mb
ISBN: 989-6-60827-423-3
Downloads: 38697
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Kazragul

The Master Key – LW. Afflicted with chronic stage fright?

Suffering from a bad memory? Perhaps your difficulties are due to a lack of mental discipline. If so, this i Referat Mola Hidatidosa Referat Alifan.

luarence Referat Gerd contddo gerdFull description. Referat Ensefalitis pada Anak Pembimbing: Ensefalitis umumnya merupakan proses akut, tetapi dapat pula layrence ensefalitis pasca infeksi, penyakit kronik degeneratif, atau infeksi virus yang berjalan lambat.

Meskipun secara primer mengenai parenkim otak, namun selaput meninges biasanya dapat terkena juga meningoensefalitis. Virus herpes simpleks HSVarbovirus, dan enterovirus merupakan penyebab tersering ensefalitis. Keluhan ini akan diikuti oleh gejala yang lebih khas seperti letargi yang progresif, perubahan perilaku, dan defisit neurologis.

Terapi yang dilakukan bersifat suportif dan seringkali diperlukan perawatan di unit intensif, tatalaksana kejang, deteksi berbagai kelainan elektrolit, dan bila diperlukan tindakan pengontrolan ketat fungsi pernapasan, tindakan penurunan tekanan intrakranial, dan pemeliharaan tekanan perfusi serebral. Tentu saja pengertian ini tidak dapat diterapkan secara praktis. Oleh karena itu, kebanyakkan pasien dapat didiagnosis anlide ensefalitis jika didapatkan manifestasi klinis yang sesuai dan tanda-tanda inflamasi otak, seperti sel-sel inflamatori pada cairan serebrospinal CSS atau perubahan pada gambaran otak yang menandakan adanya inflamasi.

Virus herpes simpleks tipe 1 HSV-1 merupakan penyebab penting ensefalitis berat, dan sporadik pada anak-anak dan dewasa, yang biasanya terjadi secara terlokalisir.

Virus herpes simpleks tipe 2 HSV-2 merupakan penyebab ensefalitis berat yang terjadi secara difus pada neonatus, yang biasanya mengalami kontak dengan virus dari ibunya melalui jalan lahir. Nyamuk dan kutu merupakan vektor tersering, yang menyebarkan penyakit ke manusia dan vertebrata lainnya, seperti kuda, setelah menggigit burung atau binatang kecil lainnya yang terinfeksi. Enterovirus merupakan virus RNA kecil, dengan lebih dari 80 serotipe yang teridentifikasi.

Tingkat keparahan penyakit yang disebabkan dapat bervariasi, dari yang ringan, dapat sembuh sendiri sampai ensefalitis berat, yang dapat menyebabkan kematian atau sekuele signifikan lainnya. VZV dapat menyebabkan infeksi sistem saraf pusat SSP yang bermanifestasi tersering sebagai ataksia serebelum, dan terberat sebagai ensefalitis akut.

Infeksi CMV tidak menyebabkan meningoensefalitis pada bayi dan anak-anak normal. Virus mumps merupakan patogen yang sering ditemukan pada daerah dimana vaksin mumps tidak banyak digunakan.

Analyse De Contenu (L’)

Meningoensefalitis yang disebabkan oleh mumps biasanya ringan, namun ketulian dapat terjadi sebagai akibat kerusakan pada saraf kranial ke Japanese encephalitis virus JEV merupakan penyebab ensefalitis virus lautence di Asia.

Ensefalitis akibat JEV merupakan penyakit musiman, yang sering terjadi pada daerah hangat di bulan Juni sampai September. Parasit dan fungi jarang menjadi penyebab ensefalitis, dan biasanya mengenai bardjn imunokompromis. Balamuthia mandrillaris dan Baylisascaris procyonis diidentifikasi sebagai parasit penyebab ensefalitis. Cryptococcus neoformans dan Coccidioides immitis merupakan fungi penyebab ensefalitis utama. Sebuah surveilans mengenai meningitis dan ensefalitis di Eropa melaporkan C.

Penyebab non-infeksius pada ensefalitis adalah proses demielinisasi pada ensefalomielitis disseminata akut acute disseminated encephalomyelitis, ADEM. ADEM adalah berkembangnya berbagai manifestasi klinis neurologis secara tiba-tiba yang berkaitan dengan proses inflamasi, penyakit demielinisasi otak, dan sumsum tulang belakang.

ADEM umumnya terjadi setelah seorang anak terjangkit infeksi virus seperti campak dan cacar air, atau vaksinasi, dan memiliki manifestasi klinis menyerupai multiple sclerosis. Ensefalitis arbovirus dan enterovirus memiliki karakteristik timbul sebagai kelompok kejadian atau sebagai epidemi pada pertengahan musim panas sampai awal musim gugur, walaupun beberapa kasus ensefalitis enterovirus dapat terjadi secara sporadik sepanjang tahun.

  BLENDER COMPOSITING TUTORIAL 2.6 PDF

Herpesvirus dan agen infeksius lainnya juga dapat menyebabkan terjadinya kasus ensefalitis sporadis sepanjang tahun. Hal ini merefleksikan reservoir dan vektor nyamuk.

Louis tersebar di Amerika Serikat pada burung-burung, virus ensefalitis California yang timbul di bagian barat Amerika Serikat dibawa oleh hewan pengerat serta disebarkan oleh nyamuk. Virus ensefalitis Eastern Equine tersebar pada burung-burung, terbatas di wilayah pantai timur Amerika Serikat. Virus ensefalitis Western Equine terdapat pada burung-burung di daerah barat dan barat tengah Amerika Serikat.

Vektor utama virus West Nile adalah nyamuk Culex pipiens, tetapi virus tersebut dapat diisolasi pada berbagai contefo nyamuk Culex dan Aedes. Berbagai burung juga dapat berperan sebagai reservoir virus West Nile.

Virus measles menyebabkan 2 bentuk ensefalitis, yaitu post infectious encephalomyelitis PIEyang terjadi pada 1 dari orang yang terkena ensefalitis dan subacute scleroting panencephalitis SSPEyang terjadi pada 1 dari Banyak virus yang ditransmisikan antar manusia, meskipun pada banyak kasus ensefalitis HSV dipikirkan sebagai reaktivasi virus yang dorman di ganglion trigeminus.

Bardin Laurence Analise de Conteudo | Andre Martins –

Nyamuk dan kutu menyebarkan arbovirus, dan virus rabies ditransmisikan melalui gigitan binatang yang terinfeksi atau terekspos terhadap sekresi binatang tersebut. Patofisiologi pada infeksi virus lambat, seperti pada SSPE yang disebabkan oleh virus measles masih belum dimengerti sepenuhnya. Kerusakan neurologis disebabkan oleh invasi langsung atau destruksi jaringan neuron oleh virus yang aktif bermultiplikasi atau oleh reaksi host terhadap antigen virus.

Jaringan otak yang terkena biasanya dikarakterisasikan dengan adanya kongesti meningeal dan infiltrasi sel mononuclear, timbunan sel plasma dan limfosit di perivaskular, nekrosis beberapa jaringan perivaskular dengan mielin yang terputus, serta gangguan neuronal pada berbagai tingkat, mencakup neuronofagia, dan proliferasi epitel atau nekrosis. Pada kebanyakkan virus, parenkim otak dan sel neuronal terinfeksi secara primer, namun pada beberapa virus, pembuluh darah dapat terserang, menyebabkan adanya komponen vaskulitis.

Proses demielinisasi yang menyertai infeksi juga dapat terjadi. Sebagai contohnya, predileksi HSV pada lobus lobus temporal pars medial dan pars inferior, namun terkadang dapat juga mengenai lobus frontal atau parietal sebagai akibat dari proses demielinisasi.

Referat – Ensefalitis 5 Manifestasi klinis yang biasanya terlihat pada anak yang lebih tua adalah sakit kepala dan hiperestesia, dan pada bayi biasanya iritabilitas dan letargi. Sakit kepala biasanya sering pada daerah frontal atau pada seluruh kepala. Pada adolesen seringkali mengeluhkan adanya nyeri retrobulbar. Demam, mual dan muntah, fotofobia, dan nyeri pada leher, punggung, dan kaki biasa terjadi. Seiring dengan meningkatnya suhu tubuh, dapat ditemukan gangguan kesadaran, yang dapat berlanjut sampai bagdin, disertai dengan gerakan tidak terkendali dan kejang.

WNV dan enterovirus non-polio dapat menyebabkan cedera pada kornu anterior dan paralisis flaksida. Gejala klinis yang khas pada ensefalitis WNV adalah manifestasi ekstraneurologis seperti demam, ruam, artralgia, limfadenopati, keluhan gastrointestinal, conteso konjungtivitis. Namun, tanda-tanda ini tidak spesifik terhadap ensefalitis.

Penting juga untuk secara cepat menilai tingkat koma dan melihat tandatanda neurologis abnormal yang memberikan petunjuk adanya peningkatan tekanan intrakranial, yang mencakup skor koma rendah, peningkatan tekanan darah, bradikardia, respons pupil abnormal, fleksi abnormal, atau ekstensi terhadap stimulus nyeri, pola napas yang terganggu dan papilloedema.

Gagal mengontrol kejang dapat menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, peningkatan aktivitas metabolisme, asidosis, laurwnce vasodilatasi. Tanda-tanda kejang yang disebabkan oleh ensefalitis mencakup deviasi mata tonik, nistagmus, atau pergerakan klonik wajah atau anggota gerak atau adanya gangguan paroksismal denyut jantung atau tanda-tanda vital lainnya.

Lwurence anak-anak ini, penting dipikirkan virus penyebab yang memiliki predileksi untuk menginfeksi basal ganglia, seperti arbovirus JEV atau Anlie. Pada pemeriksaan darah lengkap dapat ditemukan adanya limfositosis pada ensefalitis akibat virus. Diagnosis ensefalitis virus ditunjang oleh Referat – Ensefalitis 6 pemeriksaan CSS yang biasanya menunjukkan pleositosis limfositik, sedikit peningkatan kadar protein CSS, dan kadar glukosa CSS yang normal.

  GERALDINE BAZAN EN H EXTREMO PDF

Adanya eosinofil pada CSS menunjukkan adanya infeksi cacing, toxoplasma, Rickettsiae rickettsiii, atau M. Penurunan konsentrasi glukosa pada CSS conyedo bakteri, fungi, atau protozoa sebagai penyebab ensefalitis. Temuan CSS pada Berbagai Infeksi5 Pemeriksaan lain yang memiliki nilai potensial badin mengevaluasi pasien yang diduga mengalami meningoensefalitis virus mencakup elektroensefalogram EEG dan pencitraan otak.

EEG merupakan metode pemeriksaan definitif dan menunjukkan aktivitas gelombang yang lambat dan difus, walaupun dapat juga ditemukan kelainan fokal. Pemeriksaan pencitraan otak dapat menunjukkan hasil normal, pembengkakkan parenkim otak secara difus, atau abnormalitas fokal lainnya.

Penemuan klinis yang spesifik harus disertai sampling dari tempat lain, seperti nasofaring, urin, feses dan tenggorokan. Swab tenggorokan yang mengandung virus mengidentifikasikan virus respiratori, measles atau enterovirus kultur, PCR atau immunofluorescencesedangkan aspirat nasofaring dapat digunakan untuk mendeteksi virus respiratori influenza A, parainfluenza, adenovirus menggunakan PCR, deteksi antigen atau kultur.

Chlamydophila pneumoniae dan M. Pemeriksaan feses dapat mengidentifikasi infeksi enterovirus, virus mumps atau virus measles melalui PCR atau kultur. Biopsi kulit atau lesi lain juga dapat dipikirkan. Urin dapat dikultur untuk CMV, virus mumps atau virus measles. Reaktivitas silang serologis di antara flavivirus JEV, ensefalitis St. Louis, WNV mempersulit diagnosis. Pemeriksaan ini jarang dilakukan, namun berguna untuk mengetahui kelainan pada pasien dengan kelainan neurologis fokal.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada ensefalopati berat yang tidak menunjukkan adanya perbaikan klinis dan diagnosis pasti tidak dapat ditegakkan. Biopsi otak dapat membantu untuk mengidentifikasi Referat – Ensefalitis 8 infeksi arbovirus dan enterovirus, tuberkulosis, infeksi jamur, dan penyakit non infeksius, terutama penyakit akibat vaskulopati di SSP dan keganasan.

Penyakit ringan hanya memerlukan terapi simptomatik. Sakit kepala dan hiperestesia diterapi dengan istirahat, analgesik non-aspirin, dan pengurangan cahaya, bising, dan keramaian pada ruangan. Anluse direkomendasikan untuk demam. Agen opioid dan pengobatan untuk mengurangi nausea dapat berguna, namun bila memungkinkan, penggunaan pada anak-anak harus diminimalisasikan karena dapat membuat tanda dan gejala menjadi samar.

Pemberian cairan intravena dapat dibutuhkan karena intake oral yang buruk. Diuretik dapat diberikan pada pasien dengan hidrosefalus dan peningkatan tekanan intrakranial. Benzodiazepin dapat digunakan untuk mengobati kejang yang berhubungan dengan ensefalitis.

Infeksi CMV diterapi dengan menggunakan gansiklovir. Baardin HIV dapat diterapi dengan menggunakan kombinasi agen antiretroviral. Belum dapat dijelaskan apakah perbaikan klinis terjadi akibat pemberian kortikosteroid pada kasus ADEM ringan yang dikenali melalui pemeriksaan MRIlebih sedikitnya kasus ADEM berat yang disebabkan campak, atau pengaruh peningkatan perawatan suportif. Pada pasien yang bertahan hidup, gejala umumnya conteod beberapa hari sampai minggu.

Inkoordinasi motorik, gangguan konvulsi, ketulian total atau sebagian, dan gangguan perilaku dapat menyertai infeksi SSP. Gangguan penglihatan akibat korioretinopati dan ambliopia juga dapat terjadi. Sekuele ringan dari infeksi dapat terjadi pasca infeksi. Oleh karena itu, evaluasi neurodevelopmental dan audiologi harus menjadi follow up rutin pada anak yang sembuh dari meningoensefalitis virus.

Arbovirus lainnya menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang lebih ringan. WEE berhubungan dengan tingkat mortilitas dan morbiditas yang lebih rendah, meskipun dapat juga terjadi keterlambatan developmental, kelainan kejang, dan paralisis pada anak-anak. Ketersediaan program vaksin rabies, dan post-paparan mengurangi frekuensi terjadinya ensefalitis rabies.

Kontrol ensefalitis laurnce arbovirus kurang berhasil karena tidak adanya vaksin spesifik terhadap arbovirus.